HOTEL APURVA KEMPINSKI

Memperindah tampilan eksterior gedung hotel dengan penggunaan GRC Cladding pada dinding bangunan hotel Apurva Kempinski, Bali.

Sebuah kemegahan arsitektur bangunan hotel dan resor dengan perpaduan konsep budaya Jawa dan Bali. Apurva Kempinski Hotel menjadikan wisata di Bali semakin menarik dengan adanya pilihan hotel yang memiliki desain bangunan bertingkat layaknya terasiring persawahan.

            Hotel dan juga resor yang terletak di kawasan ekslusif Nusa  Dua, Kabupaten Badung,  Bali ini diresmikan dan mulai dibuka pada awal tahun 2019. Hotel dan resor ini memiliki kamar dengan pemilihan pemandangan tepi tebing dan juga pesisir pantai. Jumlah kamar yang tersedia pun cukup banyak, yaitu berjumlah 475 kamar; baik itu suite dan juga villa.

            Pada Grand Ballroom dan juga kapel , pengunjung disuguhi pemandangan langsung menghadap laut lepas Samudra Hindia.

Nama Apurva sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti unik dan luar biasa (megah). The Apurva Kempinski Bali menjunjung tinggi pilar “spectacular, sensational, curated dan serene” yang memiliki arti spektakuler, sensasional, dikuratori dan tenang”

Unsur keragaman budaya Indonesia terasa begitu kental didalam bangunan hotel dan resor ini , baik di desain interior maupun eksteriornya.

Di dalam perencanaannya, sang arsitek yang merupakan peraih penghargaan arsitektur internasional dari Denton Corker Marshall menerapkan prinsip Tri Hita Karana di dalam konsepnya, prinsip ini memiliki arti keharmonisan antara manusia dan Sang Pencipta, manusia dan manusia, serta manusia dan alam sekitar. Prinsip ini digambarkan dalam gemericik aliran air pada himpunan 250 anak tangga yang terletak di tebing. Sistem aliran air ini merupakan wujud gambaran sistem subak yaitu budaya masyarakat Bali dalam konsep mengairi persawahan. Desain megah dengan 250 anak tangga yang mengadopsi konsep Pura Besakih, yang semakin mempertegas esensi Bali.

Budiman Hendropurnomo tak hanya menggunakan sistem subak dalam menggambarkan kekentalan budaya Bali di dalam konsep desain arsitektur hotel

dan resor ini. Namun juga menggunakan material alam sebagai pendukung prinsip hidup Pulau Dewata. Seperti halnya penggunaan batu alam, serta pemakaian flora lokal daerah Bali sebagai penghias lanskap kawasan serta keindahanan kolam yang ditata dan diiringi suara gemercik air yang mengalir menuruni tebing bebatuan yang mengapit himpunan anak tangga dan menjadi sebuah ikon pilar dari resor ini. Tak hanya itu , bagian ini juga  dijadikan panggung ritual sebagai penanda senja.

Selain penyuguhan kemegahan pada tampak luarnya , interior dari The Apurva Kempinski Hotel Bali juga menggambarkan kekayaan budaya nusantara.

Interior ruangan baik itu ruangan utama, villa ataupun kamar hotel penuh dnegan hiasan ukiran kayu dan juga ornamen-ornamen khas Bali.

Interior yang di desain oleh  Rudi Dodo dan digarap bersama dengan kumpulan pengrajin terbaik Indonesia, merupakan sebuah bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Nusantara yang lahir sejak dari zaman kerajaan Majapahit namun tak menghilangkan kemewahan sebagai ciri khas dari hotel bintang lima itu sendiri.

Meskipun mayoritas material utama yang digunakan untuk memperindah tampilan arsitektur di dalam pembangunan Hotel The Apurva Kempinski merupakan material-material yang berasal dari alam. Namun, penggunaan material buatan sebagai pendukung tampilan arsitektur juga tidak kalah penting untuk diaplikasikan.

Salah satunya yaitu penggunaan material yang langsung berhadapan terhadap perubahan cuaca, yaitu ornamen-ornamen yang terletak pada bagian luar bangunan. Jika material ini tidak dipertimbangkan efektifitas kedepan nya maka kemungkinan besar pengelola gedung akan menghadapi permasalahan di dalam perawatan gedung.

Oleh karena itu, material yang digunakan harus memenuhi standar dan juga telah terbukti tahan terhadap cuaca. Apa yang terjadi bila material tidak tahan cuaca digunakan? Material yang tidak tahan cuaca akan membutuhkan perawatan ekstra yang akan membutuhkan biaya berlebih. Apabila tidak dilakukan perawatan, material ini akan mudah rusak, hancur, lapuk, terlihat kusam, berjamur, dan sebagainya.

Material yang sesuai kriteria diatas adalah material yang berbahan dasar beton. Karena karakteristik beton sendiri yang kokoh, kuat, tahan terhadap perubahan cuaca sehingga tidak mudah hancur, lapuk, warnanya tidak mudah kusam dan permukaannya tidak berjamur.

Namun sayangnya pengaplikasian beton membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan waktu pengaplikasiannya memakan waktu cukup lama. Beton sendiri sebenernya merupakan material yang sering digunakan sebagai struktur utama penyalur beban bangunan. Tetapi mengikuti perkembangan zaman, material beton juga digunakan sebagai material dekoratif bangunan.

Oleh karenanya manusia berinovasi untuk mengembangkan produk olahan berbahan dasar beton, untuk menciptakan suatu material yang efisien dan efektif pengaplikasiannya serta menjadi material yang memiliki begitu banyak keunggulan. Sehingga dimaksudkan menjadi solusi; material terbaik di dalam arsitektur bangunan.

Dari inovasi pengolahan produk beton tersebut menghasilkan sebuah produk yang berbahan dasar beton tapi lebih cocok untuk digunakan sebagai material dekoratif dibanding sebagai material struktur bangunan.

Material yang dimaksud ialah sebuah material yang saat ini sering kita dengar dengan sebutan GRC. Apa itu GRC? GRC merupakan kependekan dari Glassfibre Reinforced Concrete atau beton bertulang fiber glass.

GRC terbuat dari campuran beton dengan serat kaca fiber. Perbedaan GRC dnegan beton konvensional adalah penggunaan tulangan baja sebagai penguatnya lebih minim dibandingkan beton konvensional. Selain itu GRC juga memilik bobot yang lebih ringan dibanding beton konvensional. Produk olahan GRC juga lebih fleksibel untuk dibentuk sesuai keinginan kita.

Di dalam pembangunan The Apurva Kempinski Hotel Bali  sendiri, terdapat pula pengaplikasian material berbahan dasar GRC. Material tersebut digunakan sebagai cladding pada dinding luar gedung.

Apa itu cladding? Cladding merupakan pengaplikasian suata bahan di atas bahan lain untuk dijadikan suatu lapisan atau menjadi kulit. Di dalam bangunan, pengaplikasian cladding difungsikan sebagai isolasi termal dan penahan cuaca, selain itu juga untuk memperindah tampilan bangunan itu sendiri.

Pada gedung hotel Apurva Kempinski, penggunaan cladding GRC difungsikan sebagai material dekoratif arsitektur bangunan agar dinding luar tidak terlihat polos saja, namun terdapat pula motif atau lekukan yang membuat tampak bangunan semakin elegan.

Untuk memenuhi kebutuhan GRC Cladding panel dalam pembangunan gedug hotel The Apurva Kempinski, pihak pengelola pembangunan gedung hotel memberi kepercayaan kepada kami, PT Ponco Joyo Artikon di dalam mememenuhi kebutuhan produk panel cladding GRC Artikon.

            Tentunya kami tidak ragu untuk memberikan kualitas terbaik produk cladding GRC Artikon dalam memenuhi kebutuhan dalam proyek pembangunan gedung The Apurva Kempinski Hotel Bali kala itu.

            Ketika pihak pengelola proyek menghubungi kantor pemasaran kami untuk menanyakan detail produk, dengan sepenuh hati kami menjelaskan tentang produk kami. Kami pun memberikan penawaran harga terbaik untuk pelanggan kami.

            Setelah terjadi kesepakatan harga dan desain produk antara kedua belah pihak. Maka admin pemasaran kami akan membuat kontrak kerja sama yang berisi syarat dan ketentuan pelaksanaan pekerjaan dan pengadaan panel cladding GRC oleh pihak PT Ponco Joyo Artikon untuk pengelola proyek pembangunan gedung hotel Apurva Kempinski di Bali. Surat Perjanjian Kerja tersebut  ditanda tangani oleh kedua belah pihak diatas materai demi memperkuat status hukum perjanjian tersebut.

            Pihak kami pun memulai produksi cladding GRC sesuai apa yang terdapat di dalam perjanjian setelah pihak pengelola proyek telah memenuhi ketentuan di dalam perjanjian tersebut.

            Selain cladding pihak kami juga dipercaya pihak pengelola untuk mensupply kebutuhan lis profil untuk proyek tersebut.

            Produk panel cladding dan juga lis profil GRC Artikon pun mulai dikirim ketika selesai diproduksi dan pihak pengelola telah melunasi biaya produk sesuai kontrak yang telah dibuat.

            Tak sekedar memproduksi kebutuhan GRC untuk proyek pembangunan gedung The Apurva Kempinski Hotel Bali saja. Sesuai kontrak kerja sama, PT Ponco Joyo Artikon juga menerima jasa pemasangan produk GRC.

            Jangan ragu untuk segera menghubungi atau mengunjungi alamat yang tersedia di http://grcartikon.co.id/contacts/ apabila anda memiliki kebutuhan material GRC dan Roster untuk memenuhi kebutuhan proyek anda. Karena PT Ponco Joyo Artikon merupakan supplier dan produsen GRC ternama di Indonesia dengan brandingnya GRC Artikon.

Bagikan Artikel :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Galeri Foto di Pinterest

Galeri Foto Kami di Pinterest

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar Anda